Rumah Betang Ensaid Panjang “sebuah makna kehidupan bersama”, film dokumenter karya Arsitektur Hijau, Bandung

Posted: Maret 24, 2011 in Perpustakaan BCI, resensi film seni budaya

Kampung Ensaid Panjang merupakan salah satu pemukiman dayak yang masih dapat ditemukan di Kalimantan Barat. Kampung ini terletak di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Pencapaian menuju Ensaid Panjang tidak terlalu sulit, dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menumpang kendaraan umum, kampung ini dapat dicapai dari kota Sintang selama kurang lebih 2 jam. Jalan yang berbatu dan sempit membawa kami menembus alam Kalimantan, melewati beberapa perumahan transmigrasi dan menyuguhkan pemandangan yang menarik. Hutan Kalimantan tidak lagi selebat yang kami bayangkan, lahan-lahan terbuka lebih banyak kami temui, dengan latar belakang hamparan bukit dan pegunungan.

Masyarakat Ensaid Panjang merupakan masyarakat Dayak Desa. Suku Dayak Desa adalah bagian dari suku Dayak Iban. Pada awalnya masyarakat Dayak Desa ini tidak berlokasi di tempat sekarang, mereka mendiami daerah sekitar sungai Desa di daerah Serawak …. Tetapi kemudian, karena perjalanan mengayau dan sempat terjadi pertukaran daerah, suku Dayak Iban yang dipimpin oleh Demong Gelong ini akhirnya menempati lokasi sekarang … di daerah Sintang … Merekalah yang menjadi cikal bakal masyarakat Ensaid Panjang.

cover depan cd film Ensaid Panjang

Dua paragraf diatas adalah narasi penghantar dari film dokumenter yang tertulis jelas disisi belakang cover cd film ini.

Sedikit Prakata saya …

Saya sangat berterimah kasih kepada kawan-kawan di Arsitektur Hijau yang telah menyumbangkan cd film ini ke BCI, film ini akan mengisi dan menambah koleksi perbendaharaan film-film dokumenter yang BCI miliki. Besarnya manfaat film-film ini sangat membantu program pelestarian seni budaya borneo yang BCI lakukan. BCI merasakan sulitnya mendapatkan referensi-referensi film dokumenter yang meng-explore masalah seni budaya borneo, kurangnya peminat pembuat film yang tertarik mengarap sisi film ini … Tetapi hal ini tidak terjadi pada kalian,  saya salut banget buat kawan-kawan dari Arsitektur Hijau yang jauh-jauh dari Bandung dan bersemangat datang ke Desa Ensaid Panjang hanya untuk membuat film dokumenter ini … emang boleh dibilang gila habis….  Gemana kalian bisa sampai tertarik membuat ini ? Saya mulai berpikir kenapa kita yang tinggal di sini kurang melakukan hal-hal seperti yang kalian lakukan ? Semoga dengan stimulus yang dibuat kawan-kawan  Arsitektur Hijau membuat kami sadar untuk berbuat … Amin

cover belakang cd film Ensaid Panjang

Setelah saya menyaksikan film ini yang berdurasi 25 menitan …

ternyata film ini patut dan  sepantasnya untuk ditonton dan dilihat, sangat menarik sekali. Saya mulai berpikir jika teman-teman atau siapapun yang ingin menyaksikan film ini, kita BCI dapat menfasilitasi pemutaran itu, BCI akan menfasilitasi hanya untuk permintaan pemutaran film dalam jumlah banyak atau group, dan ini dapat anda tonton di BCI jalan Martadinata.

Mungkin ini adalah bentuk terimakasih saya ke Kawan-kawan Arsitektur Hijau, ternyata karya film kalian sangat bermanfaat buat pendidikan dan pengetahuan seni budaya borneo di BCI.

Terimaksih … Andri Syawalza … Aprilia Larasati … kawan-kawan semua di Arsitektur Hijau …

tertanda, Diretur BCI Herfin Yulianto.

Komentar
  1. Thomas Irawan Sihombing mengatakan:

    Saya sangat tertarik. Bagaimana saya dapat memperoleh film ini.
    Warga Ensaid Panjang mungkin belum melihat atau menyimpan copynya.
    Apakah bisa pesan lewat email dan transfer uang lewat bank?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s