Apa itu Jaringan Arsip Budaya Nusantara – JABN ?

Posted: September 6, 2013 in Project : Culture Tour Landscape Musik Tionghoa Pontianak by Herfin Yulianto - Pemenang Hibah Karya 2013 JABN
Apa itu Jaringan Arsip Budaya Nusantara (JABN) ?

Apa itu Jaringan Arsip Budaya Nusantara (JABN) ?

Apa itu Jaringan Arsip Budaya Nusantara (JABN) ?

Banyak organisasi di Indonesia yang menaruh perhatian pada pemeliharaan arsip juga pelestarian praktek seni dan budaya. Namun dalam pelaksanaannya selalu ada kendala yang menghambat, seperti perubahan sosial yang dapat mengikis seni tradisi dan juga keterbatasan biaya untuk melakukan perawatan arsip. Kendala ini pernah dialami oleh Institut Dayakologi, yang pernah kehilangan koleksi transkrip, dokumentasi serta sampel arsip saat kebakaran tahun 2007. Persoalan lainnya juga dialami oleh Museum NTT yang setengah dari koleksinya masih tersimpan di gudang karena keterbatasan ruang pamer. Bila keterbatasan ini bisa dilampaui, arsip-arsip tersebut dapat sangat berguna bagi beberapa stakeholder seperti praktisi, peneliti dan masyarakat luas.

Berdasarkan alasan inilah, beberapa organisasi kesenian dan kebudayaan mulai fokus pada cara pemeliharaan dokumen-dokumen kebudayaan, tidak hanya memastikan adanya ketekunan dan ketelitian dalam pengarsipan, tetapi juga bagaimana dapat memberikan informasi pada masyarakat yang lebih luas. Keinginan untuk berbagi ini menjadi pendorong terciptanya Jaringan Arsip Budaya Nusantara (JABN), jaringan yang terdiri dari enam Lembaga kesenian dan kebudayaan yaitu; IVAA (Indonesian Visual Art Archive), DKJ (Dewan Kesenian Jakarta), Tikar Media Budaya Nusantara, SAV Puskat (Studio Audio Visual Puskat), Institut Dayakologi, dan Museum Nusa Tenggara Timur.

Awal tahun 2011, melalui berbagai diskusi pembentukan program pengarsipan JABN, Ford Foundation mempercayakan IVAA untuk melakukan pendataan perihal situasi, aktifitas dan kapasitas anggota JABN yang terkait dengan pengarsipan. Berdasarkan pendataan ini, JABN mulai mencanangkan program pada pertengahan 2011 untuk membangun kapasitas dari keikutsertaan organisasi supaya dapat mengimplementasikan sistem pengarsipan digital. Bagian terbesar dari kegiatan ini diproyeksikan dalam jangka waktu dari 2012 hingga pertengahan 2014. Kegiatan tersebut meliputi: Pelatihan dan pembentukan kapasitas dalam pengembangan kearsipan anggota JABN, Pengembangan dan implementasi dari sistem pengarsipan tiap anggota, Pengembangan pengarsipan terbuka agar dapat diakses publik, Pelatihan dan pertemuan untuk membahas perkembangan, pengalaman serta pembelajaran, Evaluasi untuk tiap capaian dan identifikasi perbaikan yang berkaitan dengan sistem arsip, serta Program untuk mendatangkan publik yang lebih luas dan mempromosikan masing-masing arsip.

Adapun tujuan utama dari terbentuknya JABN adalah membuka akses arsip seluas-luasnya untuk peneliti, praktisi dan publik. Demi menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sistem pengarsipan, maka JABN dengan sponsor HIVOS menghadirkan sebuah program hibah yang terbuka bagi seniman, individu, maupun komunitas umum untuk membuat karya berdasarkan arsip yang terdapat di lembaga anggota JABN. Program Hibah ini diberi nama KARYA!(Kembangkan Arsip Budaya), dimaksudkan agar khalayak umum dapat mengakses arsip di lembaga yang tergabung dalam JABN, mengembangkannya menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati dan yang harapannya dapat menciptakan sebuah perubahan.

Sumber : Arsip Budaya NUsantara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s